Apakah manusia yang mengingkari kebangkitan ini mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja, tanpa diperintah dan dilarang, tanpa dihisab dan disiksa? Bukankah manusia ini dahulunya adalah sperma lemah dari air hina yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian ia menjadi segumpal darah beku, lalu Allah menciptakannya dengan kekuasaan-Nya, dan menyempurnakan rupanya dalam bentuk yang paling sempurna? Lalu dari manusia ini Allah menjadikan dua jenis: laki-laki dan perempuan. Bukankah Ilah (Sembahan) Pencipta Semua ini kuasa mengembalikan makhluk setelah kebinasaan mereka? Tentu saja Dia Mahakuasa atas hal itu.
Back

