× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Tatkala mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka mengingkarinya seraya berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang salah jalan menuju kebun itu." Ketika mereka mengetahui bahwa itulah kebun mereka, mereka mengatakan, "Bahkan kita dihalangi dari mendapatkan kebaikannya, disebabkan kita bertekad untuk kikir dan menghalangi orang miskin." Berkatalah orang yang paling adil di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepada kalian, "Mengapakah kalian tidak beristitsna" dengan mengucapkan insya Allah?" Mereka berkata, setelah kembali tersadar, "Mahasuci Rabb kami dari kezhaliman berkenaan dengan musibah yang menimpa kami, tetapi kamilah orang-orang yang menzhalimi diri kami sendiri dengan meninggalkan istitsna (mengucapkan insya Allah) dan niat kami yang buruk." Lalu mereka menatap satu sama lain dan saling mencela karena telah meninggalkan istitsna` dan mempunyai niatan yang buruk. Mereka berkata, "Aduhai celaka kita, kita telah bertindak melampui batas karena menghalangi kaum fakir dan menyelisihi perintah Allah. Mudah-mudahan Rabb kita memberikan kepada kita dengan yang lebih baik daripada kebun kita, disebabkan taubat kita dan pengakuan dosa kita. Sesungguhnya hanya kepada Rabb kita sajalah kita menginginkan, mengharapkan ampunan, mencari kebaikan.” Seperti siksa yang telah Kami timpakan pada para pemilik kebun itulah siksa Kami di dunia terhadap siapa saja yang menentang perintah Allah, dan bakhil dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya, lalu ia tidak menunaikan hak Allah pada nikmat-nikmat tersebut. Sungguh adzab akhirat itu lebih besar dan lebih keras dibandingkan adzab dunia. Seandainya mereka mengetahuinya, niscaya mereka telah meninggalkan segala faktor yang menyebabkan adzab.

Back

Snow
Snow
Snow