Ia pun menyelinap dengan diam-diam kepada keluarganya, menuju seekor anak sapi yang gemuk lalu menyembelihnya, kemudian membakarnya dengan api, dan menghidangkannya di hadapan mereka. Dengan lemah lembut lbrahim mempersilahkan mereka makan sembari berkata, "Tidakkah kalian mau makan?" Tatkala lbrahim melihat mereka tidak mau makan, maka ia merasa takut dalam hatinya kepada mereka. Mereka berkata kepadanya, "Jangan takut, sesungguhnya kami adalah utusan Allah." Mereka memberi kabar gembira kepadanya bahwa istrinya, Sarah akan melahirkan untuknya seorang anak yang akan menjadi salah seorang ahli ilmu tentang Allah dan agama-Nya, yaitu Ishaq.
Back

