Allah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Dia mengatur segala perkara yang ada di dalamnya dan memberi petunjuk kepada penghuninya. Allah adalah cahaya, hijab-Nya adalah cahaya. Dengan cahayanya Dia menerangi langit dan bumi dan aapa yang ada pada keduanya. Kitab dan hidayah-Nya merupakan cahaya Allah. Jika sekiranya tidak karena cahaya Allah, niscaya kegelapan akan menutupi sebagian di atas sebagian yang lain. Perumpamaan cahaya Allah yang memberi petunjuk kepada-Nya, berupa iman dan al-Quran dalam hati seorang Mukmin adalah seperti misykat yakni suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus yang di dalamnya ada lampu, yang mana lubang itu mengumpulkan cahaya lampu tersebut sehingga cahayanya tidak menyebar. Lampu itu ada di dalam kaca, karena kejernihannya sehingga seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara. Lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh dengan berkah, yakni pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur saja, sehingga tidak terkena cahaya saat sore hari. Dan tidak hanya tumbuh di sebelah barat saja sehingga tidak terkena cahaya matahari saat pagi hari. Ia tumbuh di posisi tengah-tengah, tidak di timur juga tidak di baratnya. Karena kejernihannya hingga hampir saja minyak tersebut menyala dengan sendirinya meskipun belum di sulut dengan api. Dan ketika di sulut dengan api maka ia akan bercahaya dengan sangat terang. Cahaya di atas cahaya. Yakni cahaya minyak berlapis cahaya api. Hal itu seperti hidayah yang menerangi di dalam hati seorang Mukmin. Allah memberikan hidayah dan taufik untuk mengikuti al-Quran kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka memahami perumpamaan tersebut dan hikmah-hikmahnya. Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
Back

