Tidak sepantasnya Nabi Muhammad saw dan orang-orang Mukmin memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang musyrik setelah mereka mati, meskipun mereka adalah sanak kerabat Nabi dan orang-orang Mukmin apabila mereka mati dalam keadaan menyekutukan Allah, menyembah berhala, dan sesudah jelas bahwa mereka adalah para penghuni Neraka Jahanam karena mereka mati dalam keadaan musyrik. Allah tidak mengampuni dosa orang-orang musyrik, sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya, dan firman-Nya dalam QS. Al-aidah ayat 72 Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya.
Back

