× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan me­mohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pemba­wa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. Allah Swt. menyebutkan tentang kebandelan sikap orang-orang kafir, baik yang dahulu maupun yang sekarang; mereka selalu medustakan perkara hak yang jelas lagi gamblang, sekalipun dibarengi dengan tanda-tanda dan bukti-bukti yang jelas. Tiada faktor yang mencegah mereka untuk mengikuti perkara yang hak selain keinginan mereka menyaksikan azab yang telah diancamkan terhadap mereka dengan mata kepala sendi­ri. Seperti apa yang dikatakan oleh segolongan di antara mereka kepada nabinya, yang hal ini disebutkan di dalam firman Allah Swt.: maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (Asy-Syuara: 187) Golongan yang lain dari kalangan orang-orang kafir itu ada yang mengata­kan, seperti yang disitir oleh firman-Nya: Datangkanlah kepada kami siksa Allah, jika kalian termasuk termasuk orang-orang yang benar. (Al-Ankabut: 29) Dan orang-orang Quraisy mengatakan, yang disebutkan dalam firman -Nya: Ya Allah, jika betul (Al-Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al-Anfal: 32) Dan firman Allah Swt. lainnya yang mengatakan: Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepa­danya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" (Al-Hijr: 6-7) Masih banyak ayat lainnya yang menunjukkan makna ini. Firman Allah Swt.: kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu. (Al-Kahfi: 55) Yaitu diliputi oleh azab dan dibinasakan sampai ke akar-akarnya tanpa ada seorang pun yang tersisa dari mereka. atau datangnya azab atas mereka dengan nyata. (Al-Kahfi: 55) Maksudnya, mereka melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri ber­ada di hadapan mereka. Dalam firman selanjutnya disebutkan: Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Al-Kahfi: 56) Yaitu sebelum datangnya azab, dan sebagai pembawa berita gembira kepada orang-orang yang membenarkan dan beriman kepada rasul-rasul Kami, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan dan menentang mereka. Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah Swt. menyebutkan sikap orang-orang kafir itu melalui firman-Nya: tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan. (Al-Kahfi: 56) Yakni mereka gunakan kebatilan itu untuk melemahkan. perkara yang hak. (Al-Kahfi: 56) yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, tetapi upaya yang di­lakukan mereka itu tidaklah berhasil. dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peri­ngatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. (Al-Kahfi: 56) Artinya, mereka menganggap hujah-hujah dan bukti-bukti yang berten­tangan dengan hukum alam (mukjizat-mukjizat) yang dibawa oleh para rasul, serta peringatan-peringatan dan ancaman-ancaman azab yang di­tujukan kepada mereka, sebagai olok-olokan. Dengan kata lain, mereka yang kafir itu memperolok-olokan para rasul dalam hal tersebut, dan ja­waban seperti itu merupakan reaksi dari kedustaan mereka yang berat dan parah.

Back

Snow
Snow
Snow