× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Dan Kami turunkan (Al-Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kalian memba­cakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurun­kannya bagian demi bagian. Allah Swt. berfirman menceritakan tentang kitab-Nya, yaitu Al-Quran; bahwa Al-Quran itu diturunkan dengan sebenar-benarnya, yang di da­lamnya terkandung perkara yang hak. Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: tetapi Allah mengakui Al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepada­mu, Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). (An-Nisa: 166) Maksudnya, di dalam Al-Quran terkandung ilmu Allah yang Dia kehen­daki untuk diperlihatkan kepada kalian, yaitu mengenai hukum-hukum­Nya, perintah, dan larangan-Nya. Firman Allah Swt.: Dan Kami turunkan (Al-Quran) itu dengan sebenar-benarnya. (Al-Isra: 105) Yakni Al-Quran diturunkan kepadamu, hai Muhammad, seraya dijaga dan dipelihara, tiada ada sesuatu pun dari selainnya yang mencampurinya; dan tiada tambahan serta kekurangan padanya, melainkan disampaikan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Karena sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan melalui malaikat yang sangat kuat, dipercaya, berkedudukan tetap di sisi Tuhannya lagi ditaati di kalangan malaikat yang ada di langit tertinggi. Firman Allah Swt.: Dan Kami tidak mengutus kamu. (Al-Isra: 105) hai Muhammad. melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi per­ingatan. (Al-Isra: 105) Yakni membawa berita gembira kepada orang-orang yang taat kepadamu dari kalangan kaum mukmin, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang durhaka kepadamu dari kalangan orang-orang kafir. Firman Allah Swt.: Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur. (Al-Isra: 106) Menurut ulama yang membacanya secara takhfif tanpa tasydid, makna­nya ialah Kami turunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit yang terdekat, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah Saw. sesuai dengan kejadian-kejadian yang dialaminya dalam masa dua puluh tiga tahun. Demikianlah menurut penda­pat Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas bahwa ia membacanya dengan bacaan tasydid, yaitu farraqnahu, yang artinya Kami turunkan Al-Quran itu ayat demi ayat seraya dijelaskan dan ditafsirkan. Dalam firman selanjutnya disebutkan: agar kamu membacakannya kepada manusia. (Al-Isra: 106) Yakni untuk kamu sampaikan kepada manusia dan kamu bacakan kepada mereka. secara perlahan-lahan, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (Al-Isra: 106) Maksudnya, sedikit demi sedikit (tidak sekaligus).

Back

Snow
Snow
Snow