Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Syaudzab bahwa ayat ini (al-Mujadalah: 22) turun berkenaan dengan Abu Ubaidah bin al-Jarrah (seorang shahabat Rasulullah saw) yang membunuh bapaknya (dari golongan kafir Quraisy) dalam peperangan Badr. Ayat ini (al-Mujadalah: 22) menegaskan bahwa seorang Mukmin akan mencintai Allah melebihi cintanya kepada sanak keluarganya sendiri. Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan al-Hakim di dalam Kitab al-Mustadrak bahwa di dalam perang Badr bapak Abu Ubaidah menyerang dan ingin membunuh anaknya (Abu Ubaidah). Abu Ubaidah berusaha menghindar diri dengan jalan menangkis dan mengelakkan segala senjata yang ditujukan kepada dirinya. Tapi Abu Ubaidah akhirnya terpaksa membunuh bapaknya. Ayat ini (al-Mujadalah: 22) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa cinta Mukmin kepada Allah akan melebihi cintanya kepada orang tuanya. Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Abu Quhafah (ayah Abu Bakr ash-Shidiq) mencaci maki Rasulullah saw, Abu Bakr memukulnya dengan pukulan yang keras hingga terjatuh. Kejadian ini sampai kepada Rasulullah saw. Beliau bertanya: "Apakah benar engkau berbuat demikian , hai Abu Bakr ?" Iapun menjawab: "Demi Allah, sekiranya ada pedang di dekatku, pasti aku memukulnya dengan pedang." Ayat ini (al-Mujadalah: 22) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Back

