× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bin Hayyan bahwa antara Nabi dan kaum Yahudi terdapat perjanjian untuk tidak saling bermusuhan. Dalam situasi itu, apabila seorang shahabat Nabi saw. lewat di hadapan kaum Yahudi, mereka suka berbisik-bisik dengan kawannya, sehingga sahabat yang lewat itu mengira bahwa mereka merundingkan untuk membunuhnya atau menggunjingnya. Karena itu Rasulullah saw. melarang berbisik-bisik di hadapan orang lain. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan. Ayat ini (al-Mujadalah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai ancaman terhadap orang-orang yang tidak menghentikan perbuatan seperti itu. Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bazzar, dan ath-Thabarani dengan sanad yang kuat, yang bersumber dari Abdullah bin Amr. Sejalan dengan riwayat ini, ada pula riwayat yang bersumber dari Anas dan Aisyah, bahwa kaum Yahudi memberi salam kepada Rasulullah saw. dengan ucapan saamun alaikum (mudah-mudahan kamu mati). Kemudian mereka mengatakan dalam hati, mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu? Ayat ini (al-Mujadalah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, dan mengancam mereka dengan siksa neraka jahanam.

Back

Snow
Snow
Snow