Diriwayatkan oleh al-Wahidi, ath-Thabarani, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Tsabit bin al-Harits al-Anshari bahwa kaum Yahudi beranggapan, apabila seorang bayi mereka mati di waktu kecil, bayi itu termasuk orang shiddiq (manusia sempurna). Anggapan itu sampai kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: "Bohong kaum Yahudi itu. Tak seorangpun yang dijadikan Allah di dalam rahim ibunya kecuali ditetapkan apakah ia celaka (di neraka) atau selamat (di surga)." Ayat ini (an-Najm: 32) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui nasib makhluk-Nya.
Back

