Diriwayatkan dan dihasankan oleh at-Tirmidzi, serta diriwayatkan dan disahihkan pula oleh al-Hakim, dari as-Suddi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, yang bersumber dari Ummu Hani binti Abi Thalib, bahwa Rasulullah saw. meminang Ummu Hani binti Abi Thalib, tapi ia menolaknya. Rasulullah pun menerima penolakan itu. Setelah kejadian itu, turunlah ayat tersebut di atas (al-Ahzab: 50) yang menegaskan bahwa wanita yang tidak turut berhijrah tidak halal dinikahi Rasulullah. Sehubungan dengan ini, Ummu Hani berkata: "Aku tidak halal dinikahi Rasulullah selama-lamanya, karena aku tidak pernah hijrah." Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ismail bin Abi Khalid, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ummu Hani bahwa ayat, wa banaati ammika wa banaati ammaatika wa banaati khaalika wa banaati khaalaatikal laatii haajarna maak ( dan [demikian] pula anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu)(al-Ahzab: 50) sebagai larangan kepada Nabi saw. untuk menikahi Ummu Hani yang tidak turut hijrah. Diriwayatkan oleh Ibnu Sad yang bersumber dari Ikrimah bahwa firman Allah , wamra-atam muminah, ( dan perempuan Mukmin) (al-Ahzab: 50) turun berkenaan dengan Ummu Syarik ad-Dausiyyah yang menghibahkan dirinya kepadada Rasulullah saw. Diriwayatkan oleh Ibnu Sad yang bersumber dari Munir bin Abdillah ad-Dauli bahwa Ummu Syarik Ghaziyyah binti Jabir bin Hakim ad-Dausiyyah menyerahkan dirinya kepada Rasulullah saw. (untuk dinikahi). Ia seorang wanita yang cantik. Dan Rasulullah pun menerimanya. Berkatalah Aisyah: "Tak ada baiknya seorang wanita yang menyerahkan diri kepada seorang laki-laki (untuk dinikahi)." Berkatalah Ummu Syarik : "Kalau begitu akulah yang kamu maksudkan." Maka Allah memberikan julukan Muminah kepada Ummu Syarik dengan firman-Nya, wam ro-atam muminatan iw wahabat nafsahaa lin-nabiy, ( dan perempuan Mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi..) (al-Ahzab: 50). Setelah turun ayat tersebut, berkatalah Aisyah: "Sesungguhnya Allah mempercepat mengabulkan kemauanmu."
Back

