× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-I, dari Katsir bin Abdillah bin Amr al-Muzani, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya bahwa ketika Rasulullah saw. membuat parit (khandaq) di waktu Perang Ahzab, beliau menemukan sebuah batu besar yang bundar dan berwarna putih (sebagai salah satu isyarat dari Allah swt). Rasululah saw. mengambil cangkul dan memukul batu tersebut hingga retak dan berkilat menerangi seluruh kota Madinah. Beliau bertakbir, diikuti oleh kaum Muslimin. Kemudian beliau memukulkan cangkul tersebut untuk kedua kalinya, sehingga retak dan berkilatlah batu tersebut menerangi tempat di sekitarnya. Nabi bertakbir diikuti oleh kaum Muslimin. Demikian diulanginya sekali lagi, sehingga batu itu pecah dan mengeluarkan cahaya yang menerangi tempat di sekelilingnya. Beliaupun bertakbir dan diikuti oleh kaum Muslimin. Ketika salah seorang sahabat bertanya tentang hal tersebut, Rasulullah menjawab: "Ketika aku memukul yang pertama kali, tampaklah olehku mahligai-mahligai Hirah dan kota-kota Kisra (kerajaan Persia). Dan ketika aku memukul yang kedua kalinya, tampaklah mahligai-mahligai merah dari tanah Romawi. Jibril memberitahukan bahwa umatku akan membebaskan Negara itu. Dan ketika aku memukul untuk ketiga kalinya, terlihat pula mahligai kota Shana. Jibril memberitahukan bahwa umatku akan membebaskan Negara itu." Berkatalah kaum munafikin: "Tidakkah kalian heran, ia menceritakan dan memberikan harapan kosong serta menjanjikan kepada kalian sesuatu yang tidak benar. Ia bercerita bahwa dari Madinah ia melihat mahligai kota Hirah di kota-kota Kisra yang akan dibebaskan untuk kalian. Padahal kalian kini sedang menggali parit karena ketakutan dan tidak sanggup bertempur." Ayat ini (al-Ahzab: 12) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (al-Ahzab: 12) turun berkenaan dengan ucapan Mutib bin Qusyair al-Anshari dalam hadits tersebut di atas. Ucapannya ialah: Rasulullah hanyalah memberikan janji kosong. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan al-Baihaqi, yang bersumber dari Urwah bin Zubair, Muhammad bin Kaab al-Qurazhi, dan lain-lain, bahwa Mutib bin Qusyair berkata: "Terlintas pada diri Muhammad bahwa ia dapat memakan kekayaan-kekayaan Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi). Padahal tidak seorangpun dari kami yang berani keluar buang air (takut menghadapi dua kerajaan tersebut). Kemudian berkatalah Aus bin Qaizhi di hadapan orang banyak: "Izinkanlah kami pulang ke rumah istri dan keluarga kami, karena rumah kami jauh dari Madinah dan tidak ada yang menjaganya." Allah menurunkan ayat ini untuk mengingatkan nikmat yang pernah diberikan Allah kepada mereka ketika Allah mencabut bencana yang menimpa mereka. Allah telah memberikan kecukupan kepada mereka, walaupun mereka berburuk sangka terhadap Allah dan mengucapkan ucapan kaum munafikin yang tidak pantas.

Back

Snow
Snow
Snow