Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Khashif. Di dalam sanadnya terdapat Yahya al-Hamani, rawi yang dhaif. Bahwa Khashif bertanya kepada Said bin Jubair: "Mana yang lebih besar dosanya, zina atau menuduh orang berzina?" Said menjawab: "Zina." Khashif berkata lagi: "Bukankah Allah berfirman: innal ladziina yarmuunal muhshanaatil ghaafilaatil muminaat (sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman [berbuat zina]) dan seterusnya (an-Nuur: 23) yang menegaskan bahwa orang yang menuduh zina dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat?" Said berkata: "Ayat ini diturunkan khusus berkenaan dengan kejadian Aisyah." Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari adl-Dlahhak bin Muzahim bahwa turunnya ayat ini (an-Nuur: 23) turun khusus berkenaan dengan istri-istri Nabi saw. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Said bin Jubair yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (an-Nuur: 23) turun khusus berkenaan dengan peristiwa Aisyah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Aisyah bahwa Aisyah dituduh (berbuat keji), sedang ia sendiri tidak mengetahuinya. Kemudian barulah ada orang yang menyampaikan perihal tuduhan itu kepadanya. Ketika Rasulullah berada di tempat Aisyah, turunlah wahyu, lalu beliau membetulkan duduknya dan menyapu mukanya. Setelah itu, bersabdalah Rasulullah: "Hai Aisyah, bergembiralah engkau." Aisyah berkata: "Dengan memuji syukur kepada Allah, dan bukan kepada tuan." Kemudian Rasulullah membacakan ayat itu (an-Nuur: 23-26). Diriwayatkan oleh ath-Thabarani, dengan sanad yang fijaal (para perawinya)nya tsiqat (kuat-kuat), yang bersumber dari Abdullah bin Zaid bin Aslam, bahwa ayat ini (an-Nuur: 26) turun berkenaan dengan Aisyah yang dituduh oleh kaum munafik dengan tuduhan dusta yang dibuat-buat, sehingga Allah mensucikan nya dari tuduhan itu. Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan dua sanad yang dua-duanya dhaif, yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini (an-Nuur: 26) berkenaan dengan tuduhan yang dibuat-buat kepada istri Nabi saw. Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari al-Hakam bin Utaibah. Isnad hadits ini shahih tapi mursal. Bahwa tatkala orang-orang membicarakan fitnah yang ditujukan kepada Aisyah, Rasulullah mengirimkan utusan kepada Aisyah: "Hai Aisyah, bagaimana pendapatmu tentang ocehan orang mengenai dirimu?" Aisyah menjawab: "Aku tidak akan memberikan sanggahan apapun hingga Allah menurunkan sanggahan dari langit." Maka Allah menurunkan 16 ayat dari surah an-Nuur (an-Nuur: 11-26). Kemudian Rasulullah membacakan ayat-ayat tersebut sampai, al-khabiitsaatu lil khabiitsaiin (wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji) (an-Nuur: 26).
Back

