بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Jarir bahwa kata asiiron (orang yang ditawan) dalam surat Al-Insan ayat 8 ialah tawanan kaum musyrikin yang disiksa, karena Rasulullah saw tidak mungkin punya tawanan kaum Muslimin. Ayat ini (al-Insan:8) turun sebagai perintah kepada kaum Muslimin agar memperlakukan tawanan dengan baik dan memberi makanan yang disukainya.وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ikrimah bahwa ketika Umar bin al-Khaththab menghadap Rasulullah saw, kebetulan beliau sedang tidur di atas tikar pelepah kurma, sehingga bekasnya pun kelihatan pada badan beliau. Umar menangis melihat keadaan itu. Beliau bersabda: "Mengapa engkau menangis?" Umar menjawab: "Tuan telah menceritakan kemegahan Kisra (Persia) dan kerajaannya, Hurmuz dan kerajaannya, serta raja Habasyah dan kerajaannya. Sementara tuan sendiri, ya Rasulullah, tidur di atas tikar pelepah kurma." Rasulullah bersabda: "Apakah engkau tidak ridha, dunia bagi mereka dan akhirat bagi kita?" Allah menurunkan ayat ini (al-Insaan:20) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menjanjikan kenikmatan di hari akhir.فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

