× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْٓا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًا عَجَبًاۙ
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Quran)," lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan,"

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Bukhori, at-Tirmidzi, dll yang bersumber dari dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw tidak pernah membaca al-Quran kepada Jid, dan tidak pernah melihat mereka. Ketika Rasulullah saw bersama rombongan shahabatnya menuju pasar Ukazh, sesampainya di Tuhamah, beliau dan rombongan berhenti untuk sholat fajar (shubuh). Hal ini menyebabkan berita-berita di langit yang biasa dicuri setan-setan, terhalang. Bahkan setan-setan itu mendapatkan lemparan bintang-bintang sehingga terpaksa pulang kepada kaumnya. Setibanya di tempat kaumnya, setan-setan itu ditanya: "Apa yang terjadi hingga kalian kembali ?" Mereka menjawab: "Kami terhalang untuk mendapatkan berita langit, bahkan kami dikejar bintang-bintang" Kaumnya berkata: "Tak mungkin terhalang antara kita dan berita langit. Tentu ada penyebabnya. Menyebarlah kalian ke timur dan ke barat, dan carilah sebab penghalangnya." Merekapun menyebar ke timur dan ke barat mencari sebab penghalang tersebut, sehingga sampailah sebagian mereka ke Tuhamah, tempat Rasulullah saw berhenti untuk menunaikan sholat shubuh. Mereka mendengar bacaan Rasulullah serta memperhatikannya, kemudian berkata: "Demi Allah, inilah yang menghalangi kita dengan berita dari langit." Merekapun pulang ke kaumnya dan menyampaikan kejadian itu. Mereka mengagumi al-Quran yang membawa mereka ke jalan Petunjuk Allah, sehingga mereka pun beriman. Maka turunlah ayat ini (Al-Jinn: 1) sebagai pemberitahuan kepada Nabi saw. Agar kejadian tersebut diberitahukan pula kepada umatnya.

Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam Kitab Shafwatush Shafwah dengan sanad yang bersumber dari Sahl bin Abdillah bahwa ketika Sahl bin Abdillah berada di bekas negeri Ad, terlihat olehnya sebuah kota yang di tengahnya terdapat sebuah gedung batu berukir yang dihuni jin. Iapun masuk ke dalam gedung itu. Ternyata di dalamnya terdapat seorang kakek-kakek yang tinggi besar sedang sholat menghadap kiblat. Kakek-kakek tersebut memakai jubah yang terbuat dari wol yang sangat indah. Sahl mengagumi bentuk tubuh si kakek yang tinggi besar itu, lebih-lebih keindahan jubahnya. Kemudian Sahl member salam kepadanya. Si kakek menjawab salamnya dan berkata: "Hai Sahl. Sesungguhnya badan itu tidak merusak pakaian, akan tetapi yang merusak pakaian adalah bau dosa dan makanan yang haram. Jubah yang kupakai ini berumur tujuh ratus tahun. Dalam jangka waktu itu aku bertemu dengan Isa a.s. dan Muhammad saw. Aku beriman pada keduanya." Sahl berkata: "Siapakah tuan?" Kakek itu menjawab : "Aku termasuk di antara yang tersebut dalam ayat, qul uuhiya ilayya annahustamaa nafarum minal jinn, (Katakanlah (hai Muhammad): Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan),
وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh di dalam Kitab al-Azhamah yang bersumber dari Kardam bin Abis Sa-ib al-Anshari bahwa Kardam bin Abis Sa-ib al Anshari berangkat dengan bapaknya ke Madinah untuk suatu keperluan. Pada waktu itu Rasulullah saw baru dikenal orang sebagai Rasul. Di perjalanan mereka menginap di rumah seorang penggembala kambing. Pada tengah malam seekor serigala membawa lari seekor anak kambing. Maka keluarlah penggembala itu sambil berteriak: "Hai penjaga lembah (maksudnya jin), tetanggamu!" Terdengarlah suara yang memanggil (tanpa terlihat sosoknya): "Hai Sirhan (memanggil srigala itu)!" Maka kembalilah anak kambing itu mengembik ketakutan dan masuk ke tempat asalnya. Sehubungan dengan peristiwa itu, Allah menurunkan ayat ini (Al-Jinn: 6) kepada RasulNya di Mekah, yang memberitahukan bahwa orang-orang yang meminta perlindungan kepada jin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Saad yang bersumber dari Abu Raja al-Atharidi, seorang bani Tamim ia bercerita, bahwa ketika Rasulullah saw diutus, saya telah menunaikan tanggung jawab dan perhatian saya terhadap keluarga. Tatkala beliau hijrah, saya dan keluarga mengungsi dari perkampungan kami, jika kami ingin bermalam di tempat seperti itu maka orang yang paling tua diantara kami akan berkata, "kami berlindung kepada jin penguasa lembah ini pada malam ini." Pada saat itu, kami pun juga mengucapkan kata-kata tersebut. Seseorang lalu mengatakan kepada kami bahwa jalan keselamatan itu adalah menyatakan bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah swt. Siapa yang mengakui hal ini maka jiwa dan hartanya tidak akan diganggu. Ketika kami kembali, kami lalu masuk Islam. Abu Raja berkata, "saya sangat yakin bahwa berkenaan dengan saya dan para sahabat saya ituah turun ayat ini.

Diriwayatkan oleh Al-Kharaiti dalam kitab Hawatif al-Jaan. Abdullah bin Muhammad al-Balwa berkata dari Umarah bin Zaid dari Abdullah bin ala dari Muhammad bin Ikbir dari SAid bin Jabir bahwa ada seorang alki-laki dari Bani Tamim yang bernama Rafi bin Umair. Laki-laki ini pernah menceritakan asal mula ia masuk Islam, yaitu sebagai berikut: Pada suatu malam, saya berjalan melewati sebuah pada pasir. Tiba-tiba, saya diserang rasa kantung yang sangat hebat sehingga saya turun dan menambatkan unta saya untuk selanjutnya langsung tidur. Sebelum tidur, saya telah terlebih dulu mengucapkan, "saya berlindung kepada jin penguasa lembah ini." Saya lalu bermimpi melihat seorang laki-laki yang ingin menyembelih unta saya. Melihat hal itu, saya langsug terbagun dengan kaget. Ketika saya melihat ke kiri dan ke kanan, saya tidak melihat seorang pun. saya pun lantas berkata, "ini cuma mimpi." Saya lalu kembali berbaring dan tidur. Tetapi, saya kembali mengalami mimpi yang sama. Saya langsung bangun untuk kedua kalinya dan ketika itulah saya melihat unta saya tengah meronta-ronta. Ketika saya menoleh, tiba-tiba saya melihat laki-laki seperti yang saya lihat di dalam mimpi tengah memegang sebilah pisau belati di tangannya. Saya juga melihat ia tengah berkelahi dengan seorang tua yang tengah memegang tangan laki-laki itu sambil berusaha menegahnya mendekati unta saya. Pada saat mereka tengah berkelahi itu, tiba-tiba keluar tiga ekor sapi liar. Orag tua itu latas berkata kepada laki-laki tersebut, "ambillah salah satu yang engkau inginkan dari sapi-sapi itu lalu pergilah. Anggap saja sapi itu sebagai dari unta teman saya yang dari gologan anusia itu!" Laki-laki itu pun lantas mengambil salah satu sapi dan selanjutnya pergi. Setelah laki-laki itu pergi, orang tua tadi lantas menolah ke arah saya dan berkata, "apa yang telah kamu perbuat tadi?" Jika engkau singgah di salah satu lembah dan merasa takut akan diganggu, maka ucapkanlah, "saya berlindung dengan Tuhan Muhammad dari gangguan lembah ini." Jangan sekali-kali meminta perlindungan dari jin karena mereka sudah tidak memiliki kekuasaan apa-apa lagi. Saya lalu berkata, "siapa Muammad itu?" Orang tua itu menjawab, seorang nabi Arab yang tidak di timur dan tidak pula di barat. Beliau diutus menjadi nabi pada hari Senin. Saya lalu berkata, "dimanakah ia tinggal?" Orang tua itu menjawab, "Di Yatsrib, yaitu suatu daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma."
Paga pagi harinya saya langsung naik ke atas unta dan melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, kali ini saya bermaksud mencari kota Yatsrib. Ketika sampai di kota itu dan Rasulullah melihat saya, beliau pun langusng menceritakan apa yang telah saya alami, sebelum saya sendiri sempat menceritakannya. Beliau kemudian mengajak saya masuk Islam dan saya pun menyetujuinya." Said bin Jabir berkata, "menurut hemat kami, berkenaan dengan laki-laki inilah diturunkan ayat ini.
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ
Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak).

Asbabunnuzul

Diriwayatkan dari Muqatil bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir Quraisy, ketika hujan tidak turun tujuh tahun lamanya.
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Wahai Rasulullah! izinkanlah kami shalat bersama engkau di masjidmu." Allah lalu menurunkan ayat ini.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Said bin Jabir, ia berkata bahwa para Jin berkata, "Wahai Rasulullah! bagaimana kami akan datang ke masjidmu sementara kami jauh darimu? atau, bagaimana kami akan shalat bersamamu sementara kami jauh darimu?" Allah lalu menurunkan ayat ini.
قُلْ اِنِّيْ لَنْ يُّجِيْرَنِيْ مِنَ اللّٰهِ اَحَدٌ ەۙ وَّلَنْ اَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا ۙ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya."

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Hadhrami bahwa seseorang menyampaikan kepadanya, ada salah seorang pembesar dari golongan jin yang memiliki banyak pengikut berkata, sesungguhnya yang diinginkan oleh Muhammad adalah agar Allah melindunginya (dari azab-Nya), padahal kalau ia mau maka saya dapat melindunginya. Allah lalu menurunkan ayat ini.