بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa pada zaman jahiliyyah ada seorang wanita yang tawaf di baitullah dengan telanjang bulat dan hanya bercawat secarik kain. Ia berteriak-teriak dengan mengatakan: "Pada hari ini aku halalkan sebagian atau seluruhnya, kecuali yang kututupi ini." Maka turunlah ayat ini (al-Araaf: 31) memerintahkkan untuk berpakaian rapi apabila memasuki masjid, dan ayat selanjutnya (al-Araaf: 32) memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengharamkan apa yang dihalalkan Allah swt.اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا مَا بِصَاحِبِهِمْ مِّنْ جِنَّةٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh yang bersumber dari Qatadah, bahwa Nabi saw. berdiri di atas Bukit Shafa menyeru kaum Quraisy dengan menyebut nama-nama suku bangsanya, dan memberi peringatan akan siksa Allah yang pernah dan akan terjadi. Berkatalah di antara mereka: "Sesungguhnya temanmu ini gila, semalam suntuk ia bicara terus." Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Araaf: 184) yang menegaskan bahwa Muhammad itu Rasulullah.يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat:"Bilakah terjadinya". Katakanlah:"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Rabb, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan dijelaskan bahwa yang bertanya itu adalah kaum Quraisy, bahwa Ibnu Abi Qusyair dan Samuel bin Zaid menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: "Sekiranya engkau benar-benar Nabi sesuai dengan pengakuanmu, cobalah terangkan kepada kami, kapan waktunya kiamat, karena kami tahu kapan akan terjadinya." Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Araaf: 187) yang menegaskan bahwa tak seorangpun mengetahui waktunya, kecuali Allah, dan akan tiba sekonyong-konyong.وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan lain-lain, yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa turunnya ayat ini (al-Araaf: 204) berkenaan dengan orang-orang yang membaca al-Quran dengan nyaring di waktu shalat bermakmum pada Nabi. Ayat ini memerintahkan untuk selalu mendengarkan dan memperhatikan bacaan imam.Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Hurairah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abdullah bin Mughaffal. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Masud. Bahwa ayat ini (al-Araaf: 204) turun berkenaan dengan orang-orang yang bercakap-cakap di waktu shalat. Ayat ini melarang berbicara ketika dibacakan al-Quran.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari az-Zuhri bahwa ayat ini (al-Araaf: 204) turun berkenaan dengan seorang pemuda Anshar yang mengikuti bacaan ayat-ayat al-Quran yang dibacakan Rasulullah, sebelum beliau selesai membacanya. Ayat ini melarang mengganggu orang yang sedang membaca al-Quran.
Diriwayatkan oleh Said bin Manshur di dalam Sunan-nya, dari Abu Mamar yang bersumber dari Muhammad bin Kab bahwa ketika para shahabat mendengar ayat al-Quran dari Rasulullah saw., merekapun mengulanginya sebelum Rasulullah selesai membacanya. Maka turunlah ayat ini (al-Araaf: 204) yang memerintahkan untuk mendengar dan memperhatikan bacaan al-Quran.
Menurut as-Suyuti, melihat riwayat-riwayat di atas, ayat ini (al-Araaf: 204) adalah Madaniyyah.

