× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَكَفَرْتُمْ بِهٖ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى مِثْلِهٖ فَاٰمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika al-Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) al-Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih yang bersumber dari Auf bin Malik al-Asyjai bahwa Rasulullah saw. pergi bersama Auf bin Malik ke sinagoga kaum Yahudi, pada hari raya mereka. Mereka merasa tidak senang atas kehadiran keduanya. Bersabdalah Rasulullah saw: "Hai kaum Yahudi. Hadapkanlah kepadaku duabelas orang dari kalian untuk mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Pasti Allah akan menggugurkan kemarahan-Nya kepada setiap kaum Yahudi yang ada di bumi." Mereka semuanya terdiam dan tak seorangpun yang menjawab.
Setelah bubar, Rasulullah saw. ditegur oleh salah seorang dari mereka dengan berkata: "Tunggulah sebentar, hai Muhammad. Tampaknya Tuanlah yang disebut dalam Taurat." Orang itupun berbalik seraya bertanya kepada kaum Yahudi: "Siapakah aku ini sepanjang pengetahuan kalian?" Mereka berkata: "Demi Allah, kami tidak mengenal seorang yang lebih alim dan lebih pintar tentang kitab Allah daripada engkau. Demikian pula dahulu tak ada seorangpun yang lebih pintar daripada ayahmu atau kakekmu." Ia berkata: "Sesungguhnya aku bersaksi bahwa ia adalah Nabi yang engkau dapati di dalam Taurat." Kaum Yahudi berkata: "Engkau bohong." Kemudian mereka menyeret dan memakinya. Ayat ini (al-Ahqaaf: 10) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim), yang bersumber dari Sad bin Abi Waqqash bahwa yang dimaksud dengan ayat, wa syahida syaahidum mim banii is-raa-iila alaa mits-lih, (dan seorang saksi dari bani Israel mengakui [kebenaran] yang serupa dengan [yang disebut dalam] al-Quran) (al-Ahqaaf: 10) adalah Abdullah bin Salam.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abdullah bin Salam bahwa ayat, wa syahida syaahidum mim banii Isroo-iila, (dan seorang saksi dari bani Israel mengakui [kebenaran]) (al-Ahqaaf: 10) turun berkenaan dengan Abdullah bin Salam, yang menegaskan bahwa Muhammad tertulis di dalam Taurat.

Berdasarkan ketiga hadits di atas, maka orang Yahudi yang diseret dan dimaki itu adalah Abdullah bin Salam.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُوْنَآ اِلَيْهِۗ وَاِذْ لَمْ يَهْتَدُوْا بِهٖ فَسَيَقُوْلُوْنَ هٰذَآ اِفْكٌ قَدِيْمٌ
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya dia (al-Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka berkata: "Ini adalah dusta yang lama."

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa kaum musyrikin berkata: "Kami paling mulia, dan kami, dan kami, Sekiranya terdapat kebaikan dalam Islam, tentu kamilah yang paling dulu masuk Islam." Ayat ini (al-Ahqaaf: 11) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Aun bin Abi Syaddad. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Sad yang bersumber dari adl-Dlahak dan al-Hasan bahwa Umar bin al-Khaththab mempunyai sahaya perempuan bernama Zanin. Ia masuk Islam sebelum Umar, bahkah karena keislamannya itu Umar suka memukulinya sampai bosan. Kaum kafir Quraisy berkata: "Sekiranya agama Islam itu baik, tentu kami tidak tidak akan terdahului oleh seorang hamba sahaya." Ayat ini (al-Ahqaaf: 11) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
وَالَّذِيْ قَالَ لِوَالِدَيْهِ اُفٍّ لَّكُمَآ اَتَعِدَانِنِيْٓ اَنْ اُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُوْنُ مِنْ قَبْلِيْۚ وَهُمَا يَسْتَغِيْثٰنِ اللّٰهَ وَيْلَكَ اٰمِنْ ۖاِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّۚ فَيَقُوْلُ مَا هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya:"Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?" lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar." Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka."

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi, diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari al-Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (al-Ahqaaf: 17) turun berkkenaan dengan Abdurrahman bin Abi Bakr ash-Shiddiq yang mengucapkan "cis" kepada ibu bapaknya yang telah masuk Islam. Ucapan ini ia kemukakan ketika ibu bapaknya menyuruhnya masuk Islam. Ia membantah dan mendustakannya, dengan mengatakan bahwa tokoh-tokoh utama kaum Quraisy yang sudah mati pun tidak ada yang mau masuk Islam. Lama setelah kejadian ini, Abdurrahman pun tergolong tokoh Islam. Maka turunlah ayat berikutnya (al-Ahqaaf: 19)) yang menegaskan bahwa tobatnya diterima Allah swt.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Yusuf bin Haman bahwa Marwan berkata: "Abdurrahman bin Abi Bakr yang telah menyebut "cis" yang disebut dalam ayat ini (al-Ahqaaf: 17)." Berkatalah Aisyah dari belakang hijab: "Allah tidak menurunkan al-Quran sedikitpun berkenaan dengan kami, kecuali tentang peristiwa-peristiwa yang menyangkut uzurku."

Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq yang bersumber dari al-Makki bahwa Aisyah menolak keterangan yang menyatakan bahwa ayat ini (al-Ahqaaf: 17) turun berkenaan dengan Abdurrahman bin Abi Bakr, dengan berkata: "Ayat ini turun berkenaan dengan si fulan." Seraya menyebut nama orang itu.
وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)." Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah yang bersumber dari Ibnu Masud bahwa ketika Nabi saw membaca al-Quran di tengah kebun kurma, turunlah sembilan jin, diantaranya bernama Zaubaah, untuk mendengarkan serta mengingatkan kawan-kawannya agar memperhatikan bacaan itu. Ayat ini (al-Ahqaaf 29-31) menceritakan peristiwa tersebut.