بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu Masud bahwa ketika kaum Quraisy durhaka kepada Nabi saw., beliau berdoa agar mereka mendapat kelaparan umum seperti kelaparan yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf. Alhasil mereka menderita kekurangan , sampai-sampai mereka pun makan tulang. (Setelah keadaan itu lama berlangsung) orang-orang melihat ke langit dengan harapan melihat tanda-tanda akan turun hujan. Maka Allah menurunkan ayat ini (ad-Dukhaan: 10) sebagai ejekan atas perbuatan mereka. Kemudian mereka menghadap Nabi saw. untuk meminta bantuan. Mereka berkata: "Ya Rasulullah. Mohonkanlah hujan bagi kami (kaum Mudlar), karena kami sudah sangat menderita." Maka Rasulullah saw. berdoa agar diturunkan hujan. Akhirnya hujanpun turun. Maka turunlah ayat selanjutnya (ad-Dukhaan: 15) yang menegaskan bahwa mereka akan kembali sesat. Setelah mereka memperoleh kemewahan, merekapun kembali pada keadaan semula. Maka turunlah ayat selanjutnya (ad-Dukhaan: 16) yang menegaskan bahwa mereka akan mendapat siksa Allah yang keras. Dalam riwayat tersebut dikemukakan bahwa siksaan itu akan turun di waktu perang Badr.اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ
Sesungguhnya pohon zaqqum itu,
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Said bin Manshur yang bersumber dari Abu Malik bahwa Abu Jahl membawa kurma dan mentega dan berkata pada kaumnya: "Makanlah az-Zaqqum ini, yang dijanjikan Muhammad kepadamu." Maka turunlah ayat ini (ad-Dukhaan: 43-44) yang menegaskan bahwa pohon zaqqum yang sesungguhnya ialah makanan bagi orang yang banyak berdosa.ذُقْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh al-Umawi di dalam Kitab Maghaazi-nya yang bersumber dari Ikrimah. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa Rasulullah saw bertemu dengan Abu Jahl seraya bersabda: "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk menyatakan kepadamu, aulaa laka fa aulaa tsumma aulaa laka fa aulaa. (kecelakaanlah bagimu [hai orang kafir] dan kecelakaanlah bagimu) (al-Qiyamah: 34-35)." Abu Jahl menyingsingkan baju sambil berkata: "Engkau dan teman-temanmu tidak akan mampu berbuat apa pun terhadapku. Engkaupun mengetahui bahwa aku yang paling berkuasa di tanah air ini. Akulah yang maha gagah dan maha mulia."Maka terbunuhlah Abu Jahl dalam Peperangan Badr dalam keadaan terhina. Namanya pun menjadi tercemar karena ucapan-ucapannya sendiri. Ayat ini (ad-Dukhaan: 49) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

