× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَجَعَلُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ الَّذِيْنَ هُمْ عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ اِنَاثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗسَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْٔـَلُوْنَ
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa beberapa orang munafikin berkata: "Sesungguhnya Allah mempunyai besan bangsa jin dan beranak-cucu malaikat." Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 19) sebagai sanggahan atas ucapan mereka.
وَقَالُوْا لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيْمٍ
Dan mereka berkata: "Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?"

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa al-Walid bin al-Mughirah berkata: "Sekiranya apa yang dikatakan oleh Muhammad itu benar (bahwa al-Quran itu dari Allah), pasti al-Quran ini diturunkan kepadaku atau kepada Masud ats-Tsaqifi." Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 31-32) yang menegaskan bahwa Allah yang berhak mengutus Nabi-Nya sesuai dengan kekuasaan-Nya.
وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muhammad bin Utsman al-Makhzumi bahwa kaum Quraisy berkata: "Dekati setiap shahabat Muhammad oleh salah seorang dari kita." Kemudian ditetapkanlah Thalhah untuk mendekati Abu Bakr. Thalhah pun mendekati Abu Bakr yang sedang dikelilingi banyak orang. Berkatalah Abu Bakr: "Kepada ajaran yang manakah akan engkau ajak aku ini ?" Ia menjawab: "Aku mengajak untuk menyembah al-Lata dan al-Uzza." Abu Bakr berkata: "Siapakah al-Lata dan al-Uzza itu ?" Ia menjawab: "Al-Lata adalah tuhan kami dan al-Uzza adalah putri Allah." Abu Bakr berkata: "Siapakah ibunya?" Thalhah terdiam tidak dapat menjawab. Ia menyuruh teman-temannya untuk menjawab pertanyaan tersebu. Namun tak seorangpun mampu menjawabnya. Berkatalah Thalhah: "Hai Abu Bakr, saksikanlah, aku percaya bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah, dan sesungguhnnya Muhammad adalah utusan Allah." Maka Allah menurunkan ayat ini (az-Zukhruf: 36) yang menegaskan bahwa orang-orang yang berpaling dari Allah selamanya akan ditemani setan.
وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا اِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّوْنَ
Dan tatkala putera Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah berkata kepada kaum Quraisy: "Sesuatu yang disembah selain Allah tak akan memberikan kebaikan sedikitpun." Kaum Quraisy berkata: "Bukankah engkau menganggap bahwa Isa adalah Nabi dan seorang hamba yang saleh, padahal dia pun disembah ?"
Ayat ini (az-Zukhruf: 57-59) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan kaum Quraisy yang selalu berusaha membantah ajaran Rasulullah saw.
اَمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ ۗ بَلٰى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُوْنَ
Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Kab al-Qurazhi bahwa ketika dua orang Quraisy dan seorang Tsaqif duduk-duduk di sisi Kabah, berakatalah salah seorang dari mereka: "Bagaimana pendapatmu, apakah Allah mendengar omongan kita ?" Yang lainnya menjawab: "Apabila kamu berbicara nyaring, tentu Ia akan mendengar, tapi jika kamu berbisik-bisik, tentu Ia tidak akan mendengarnya." Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 80) sebagai bantahan atas ucapan mereka.