× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالَّذِيْنَ يُحَاۤجُّوْنَ فِى اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا اسْتُجِيْبَ لَهٗ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Rabb mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ikrimah bahwa ketika turun ayat idzaa jaa-a nashrullaahi wal fath (apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) (an-Nashr: 1), berkatalah kaum musyrikin Mekah kepada orang-orang beriman: "Orang-orang telah berbondong-bondong masuk agama Islam. Keluarlah kalian dari negeri kami, mengapa menetap saja di sini ?" Maka turunlah ayat ini (asy-Syuuraa: 16) sebagai peringatan kepada orang-orang yang memilih kembali musyrik karena diusir dari negerinya.

Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq yang bersumber dari Qatadah bahwa ayat ini (asy-Syuuraa: 16) turun berkenaan dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang menganggap dirinya, kitabnya, dan nabinya lebih baik daripada yang dibawa oleh Muhammad saw. Ayat ini (asy-Syuuraa: 16) memperingatkan kekufuran mereka terhadap petunjuk kitab mereka yang menyatakan adanya nabi akhir zaman.
ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَادَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰىۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang agak lemah, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa kaum Anshar bermaksud mengumpulkan harta benda untuk Rasulullah saw. Maka Allah menurunkan ayat ini (asy-Syuuraa: 23) yang menegaskan bahwa Rasulullah tidak mengharapkan upah sedikitpun atas misi-nya itu, kecuali menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan.
Setelah turun ayat ini, sebagian dari mereka berkata: "Kalau demikian pantaslah ia selalu membela sanak-saudaranya." Maka Allah menurunkan ayat berikutnya (asy-Syuuraa: 24-25) sebagai bantahan terhadap tuduhan mereka dan anjuran untuk bertobat atas perbuatannya itu.
وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh al-Hakim, yang menganggap hadits ini sahih, yang bersumber dari Ali. Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Amr bin Harits bahwa ayat ini (asy-Syuuraa: 27) turun berkenaan dengan Ashhabush Shuffah (terkenal sebagai orang-orang miskin yang tidak punya rumah dan tinggal di masjid) yang mengangankan (kehidupan) duniawi. Ayat tersebut menegaskan bahwa apabila keinginan mereka dikabulkan sekaligus, pasti mereka akan hidup melampaui batas.