× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الۤمّۤۚ
Alif Laam Miim.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang bersumber dari Abu Said. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Masud, bahwa bersamaan dengan terjadinya perang Badr, bangsa Romawi (Nasrani) berhasil mengalahkan Persia (Majusi). Kaum Muslimin merasa kagum dan gembira akan kemenangan tersebut. Maka turunlah ayat ini (ar-Ruum: 1-5) berkenaan dengan peristiwa tersebut, dengan catatan, kata ghulibat (artinya: dikalahkan) dibaca ghalabat (mengalahkan/menang).

Menurut at-Tarmidzi, hadits ini gharib. Hadits ini menunjukkan bahwa ayat tersebut (ar-Ruum: 1-5) adalah Madaniyah. Bandingkan dengan hadits selanjutnya, yang menunjukkan bahwa ayat tersebut adalah Makiyyah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Syihab. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah, Yahya bin Yamar, dan Qatadah, bahwa ketika kaum Muslimin belum hijrah ke Madinah, kaum musyrikin berkata dengan berapi-api: "Kami tahu bahwa orang-orang Romawi (ahli kitab yang percaya kepada Nabi Isa a.s) telah dikalahkan oleh kaum Majusi (penyembah api). Dan kalian menganggap akan mengalahkan kami dengan alasan kalian beriman kepada kitab yang diturunkan kepada Nabi kalian. Bagaimana pandangan kalian sekarang, setelah kaum Majusi mengalahkan Romawi, padahal mereka itu (Romawi) itu ahli kitab. Karenanya kamipun pasti dapat mengalahkan kalian sebagaimana Persia mengalahkan Romawi." Maka turunlah ayat ini (ar-Ruum: 1-5) yang menegaskan bahwa setelah kekalahan itu, bangsa Romawi akan menang.

Riwayat pertama, yang menyebutkan bacaan ghalabat (dengan fathah, artnya: mengalahkan/ menang) menegaskan bahwa ayat tersebut turun pada saat negara Romawi unggul bersama dengan unggulnya kaum Muslimin pada perang Badr. Sedangkan riwayat kedua, yang menyebutkan bahwa bacaan ghulibat (dengan domah, artinya: dikalahkan), menegaskan bahwa ayat tersebut mengandung arti: "Persia menang atas Romawi, dan akan dikalahkan oleh kaum Muslimin."
Berdasarkan hal di atas, kedua riwayat itu dapat dibenarkan. Namun kalau tidak diartikan demikian, maka kedua riwayat itu tidak mempunyai arti yang penting.
وَهُوَ الَّذِيْ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِۗ وَلَهُ الْمَثَلُ الْاَعْلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ikrimah bahwa kaum kafir merasa aneh mendengar Allah akan menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Maka turunlah ayat ini (ar-Ruum: 27) yang mengingatkan ihwal penciptaan makhluk pada pertama kali, yang justru lebih sukar daripada menghidupkan yang mati.
ضَرَبَ لَكُمْ مَّثَلًا مِّنْ اَنْفُسِكُمْۗ هَلْ لَّكُمْ مِّنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ شُرَكَاۤءَ فِيْ مَا رَزَقْنٰكُمْ فَاَنْتُمْ فِيْهِ سَوَاۤءٌ تَخَافُوْنَهُمْ كَخِيْفَتِكُمْ اَنْفُسَكُمْۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezki yang telah kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak menggunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

Asbabunnuzul

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Dawud bin Abi Hind, dari Abu Jafar Muhammad bin Ali, yang bersumber dari bapaknya, bahwa ahli syirik bertalbiyah dengan ucapan, "Allaahumma labbaika lbbaika laa syariika laka illaa syriikan huwa laka tamlikuhu wa maa malak." (Ya Allah , aku menyambut panggilan-MU, aku menyambut panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kecuali satu sekutu yang dimiliki oleh-Mu dan oleh sekutu itu). Maka turunlah ayat ini sebagai teguran atas kemusyrikan mereka.