بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
Tidak ada (penduduk)suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman?
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa penduduk Mekah berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya apa yang engkau katakan itu benar dan engkau menghendaki agar kami beriman kepadamu, coba jadikan gunung Shafa ini emas." Datanglah Jibril dan berkata: "Sekiranya engkau mau, pastilah apa yang dikehendaki oleh kaummu itu terwujud. Namun sekiranya mereka tidak beriman setelah dikabulkan permintaannya, mereka dengan serta merta akan disiksa tanpa diberi tempo lagi. Atau engkau sendiri menangguhkan dalam mengabulkan permintaan mereka dengan harapan agar mereka beriman." Ayat ini (al-Anbiyaa: 6) turun sebagai peringatan kepada Nabi saw. bahwa kaum-kaum sebelum mereka pernah meminta mukjizat, akan tetapi setelah dikabulkan, mereka tetap kufur.وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Nabi saw. diberitahu hari wafatnya, beliau bersabda: "Ya Rabbi. Siapa yang akan membela umatku ini?" Turunlah ayat ini (al-Anbiyaa: 34) yang menegaskan bahwa setiap makhluk tidak ada yang dapat hidup kekal di dunia.وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan):"Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?" padahal mereka adalah orang-orang yang inkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa Nabi saw. lewat di depan Abu Jahl dan Abu Sufyan yang sedang bercakap-cakap. Ketika Abu Jahl melihat Nabi saw, ia tertawa dan berkata kepada Abu Sufyan: "Inilah Nabi Bani Abdi Manaf." Marahlah Abu Sufyan dan berkata: "Apakah engkau akan memungkiri jika dari Bani Abdi Manaf ada seorang Nabi?" Percakapan itu terdengar oleh Nabi saw. Beliau berbalik kepada Abu Jahl dengan pandangan yang tajam sambil memberikan peringatan: "Aku tidak melihat engkau berhenti mengganggu, sehingga engkau mendapat siksa sebelum waktu seharusnya." Ayat ini (al-Anbiyaa: 36) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَنَّمَۗ اَنْتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.

