بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
طٰهٰۚ
Thaahaa.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa pada permulaan turun wahyu, Nabi saw. suka shalat dengan berdiri pada kedua ujung jari kakinya (berjingkat). Maka sehubungan dengan tekanan badannya yang berganti-ganti di atas kedua ujuk jari kakinya (yang memberatkan beliau itu), turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk agar tidak tersiksa dalam melakukan shalat.Diriwayatkan oleh Abd bin Humaid di dalam tafsir-nya, yang bersumber dari ar-Rabi bin Anas bahwa apabila Nabi saw. berdiri shalat, beliau suka berganti-ganti tekanan badannya di atas kedua kakinya untuk menghilangkan rasa penat. Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk kepada beliau.
Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari al-Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa kaum kafir Quraisy berkata: "Orang ini (Muhammad) telah disusahkan oleh Rabb-nya." Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai bantahan atas ucapan mereka.
وَيَسْـئَـلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًاۙ
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah:"Rabbku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,"
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum Quraisy bertanya: "Apakah yang akan dilakukan Rabb-mu pada hari kiamat terhadap gunung-gunung?" ayat ini (Thaahaa: 105) turun sebagai penjelasan bahwa gunung-gunung itu pada hari kiamat akan dihancurkan seremuk-remuknya.فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah:"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa apabila Jibril datang membawa wahyu, Nabi saw. bersusah payah menghafalnya hingga menyusahkan dirinya sendiri. Beliau takut kalau-kalau Jibril kembali ia belum hafal. Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 114) sebagai teguran agar tidak terburu-buru menghafalnya sebelum wahyu itu selesai diturunkan.وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.

