بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا اَنْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى رَجُلٍ مِّنْهُمْ اَنْ اَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكٰفِرُوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِيْنٌ
Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka:"Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka". Orang-orang kafir itu berkata:"Sesungguhnya orang ini (Muhammad saw) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata".
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika Allah mengutus Muhammad selaku Rasulullah, orang-orang Arab mengingkarinya seraya berkata: "Bagaimana mungkin Allah Yang Maha Agung mengutus manusia sebagai Rasul?" Ayat ini (Yunus: 2) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Demikian juga surahYusuf ayat 109 yang menegaskan bahwa bukan hanya Muhammad yang diutus sebagai Rasul, tapi ada pula Rasul-rasul lainnya.Setelah Allah berulang-ulang memberi bukti-bukti kepada mereka, mereka berkata: "Sekiranya Allah mengutus manusia membawa risalah, maka ada dua orang yang lebih berhak menjadi rasul, dan bukan Muhammad sebagaimana dilukiskan dalam al-Quran (az-Zukhruf: 31). Kedua orang itu adalah al-Walid bin al-Mughirah dari Mekah dan Masud bin Amr ats-Tsaqafi dari kota Tha-if, yang menurut mereka lebih mulia daripada Muhammad. Sebagai bantahan atas ucapan mereka, Allah menurunkkan kelanjutan ayat tersebut. (az-Zukhruf: 32)

